Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung ke lokasi bersama personel Polres Kapuas dan Polsek Kapuas Tengah untuk melakukan pemadaman./FOTO: ist
KAPUAS, SNews – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kali ini, kebakaran melanda kawasan hutan di Jalan Cair, Desa Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah, Rabu (4/11/2026) sore.
Merespons kejadian tersebut, Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung ke lokasi bersama personel Polres Kapuas dan Polsek Kapuas Tengah untuk melakukan pemadaman.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan itu berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam. Tim gabungan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 15.00 WIB dan berhasil menjinakkan api pada pukul 16.00 WIB.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemadam kebakaran, relawan hingga masyarakat peduli api.
“Kami bergerak cepat begitu menerima informasi adanya kebakaran. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait agar api segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim gabungan melanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Selain itu, petugas juga melakukan penyekatan di sekitar titik kebakaran sebagai langkah antisipasi agar api tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.
“Pemadaman tidak cukup hanya memastikan api sudah tidak terlihat. Kami juga melakukan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh, termasuk penyekatan untuk mencegah munculnya titik api baru,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan terdiri dari personel Polres Kapuas, Polsek Kapuas Tengah, anggota Koramil 1011-10/Kapuas Tengah, tim Redkar, pemadam kebakaran kecamatan, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan.
Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya empat kendaraan roda empat termasuk satu unit mobil pemadam dan dua mobil tandon, 10 sepeda motor, tiga mesin pompa air, empat unit handy talky (HT), serta cairan pemadam X-Fire sebanyak empat jeriken berkapasitas masing-masing 20 liter.
Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman penduduk. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas agar kobaran api tidak berkembang dan mengancam kawasan sekitar.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” imbaunya.
Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, kebakaran seluas sekitar 2,5 hektare tersebut berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan lain.


Comment