Wakil Ketua II DPRD Kobar, Sri Lestari bersalaman dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, SNews – DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan konsultasi ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) belum lama ini.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi serta membuka peluang peningkatan penempatan tenaga kerja asal Kobar di luar negeri.
Rombongan gabungan Komisi A dan B tersebut diterima langsung oleh Menteri Mukhtarudin dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memperluas akses kerja, DPRD juga ingin memastikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) daerah selaras dengan kebijakan strategis kementerian.
Wakil Ketua II DPRD Kobar, Sri Lestari, mengungkapkan tingginya minat masyarakat Kobar untuk bekerja di luar negeri. Namun, keterbatasan akses informasi dan pembinaan masih menjadi kendala karena wilayah tersebut berada di bawah Region P2MI Banjarmasin.
“Selama ini kita masih tergabung di Region P2MI Banjarmasin sehingga ada keterbatasan dalam pembinaan dan informasi tenaga kerja,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kobar meminta dukungan pemerintah pusat agar akses bagi calon pekerja migran semakin luas.
Menteri Mukhtarudin pun menyambut baik kunjungan tersebut dan mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif memanfaatkan berbagai program strategis dari Kementerian P2MI.
Menurut Sri Lestari, Menteri menilai potensi tenaga kerja dari Kobar sangat besar dan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran.
“Jika potensi ini bisa terealisasi, tentu membawa dampak positif bagi pembangunan SDM dan ekonomi Kobar,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kobar memiliki banyak lulusan siap kerja, mulai dari tenaga kesehatan lulusan Borneo Cendikia Medika hingga siswa-siswi SMK. Dengan pelatihan dan informasi yang memadai, mereka dinilai memiliki peluang besar bersaing di pasar kerja internasional.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kobar turut mendorong pembentukan Migran Center sebagai pusat layanan bagi calon pekerja migran. Selain itu, peran Balai Latihan Kerja (BLK) juga dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal melalui pelatihan berbasis kebutuhan pasar global.
“Banyak program yang bisa kita bawa pulang dari hasil konsultasi ini, termasuk penguatan Migran Center, kegiatan sosialisasi, hingga peningkatan skill tenaga kerja,” tegas Sri Lestari.
DPRD Kobar berharap dukungan dari semua pihak dapat mempercepat terwujudnya strategi penyiapan tenaga kerja migran yang terarah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.


Comment