Ketua DPRD Kobar Mulyadin./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menghadapi tantangan berat. Asap pekat yang membatasi jarak pandang hingga di bawah 500 meter membuat operasi water bombing menggunakan helikopter belum bisa dilakukan secara optimal.
Ketua DPRD Kobar Mulyadin menilai, penanganan karhutla oleh tim satuan tugas (satgas) yang melibatkan personel gabungan sejauh ini telah dilakukan secara maksimal. Penilaian tersebut disampaikannya setelah turun langsung meninjau upaya pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran.
Menurut Mulyadin, personel di lapangan telah bekerja keras menghadapi situasi yang tidak mudah. Selain medan kebakaran yang sulit dijangkau, sumber air yang selama ini menjadi andalan untuk pemadaman juga mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih ekstra untuk mengendalikan api. Karena itu, dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.
Mulyadin menyebut, operasi water bombing sebenarnya menjadi salah satu harapan untuk mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang yang buruk menjadi kendala serius bagi pelaksanaannya.
“Harapan kita water bombing, tapi kondisinya kita tahu sendiri, visibility tidak memungkinkan,” ujar Mulyadin, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai keterbatasan tersebut tidak berarti upaya penanganan karhutla terhenti. Ia justru meminta masyarakat melihat perjuangan personel gabungan yang terus berjibaku memadamkan api di tengah medan sulit dan risiko yang dihadapi.
Di sisi lain, Mulyadin mengaku prihatin terhadap dampak kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Ia mengimbau warga mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk, guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Namun, ia memahami bahwa imbauan tersebut tidak mudah dijalankan sepenuhnya. Sebagian masyarakat tetap harus beraktivitas untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun kondisi udara sedang tidak sehat.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kobar terus menjalankan fungsi penganggaran dan koordinasi untuk mendorong pemenuhan kebutuhan penanganan karhutla. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, juga terus dilakukan.
Bahkan, Kementerian Kehutanan telah melihat langsung kondisi kebakaran di lapangan
Mulyadin berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh unsur terkait semakin kuat agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.
Ia juga berharap hujan alami yang beberapa kali turun di wilayah Kobar kembali mengguyur dalam beberapa hari ke depan sehingga membantu membasahi lahan dan menekan potensi kebakaran.
Menurutnya, pengendalian karhutla menjadi sangat penting agar kebakaran segera terkendali dan masyarakat Kobar tidak terus dibayangi kabut asap yang mengganggu kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.


Comment