DPRD KOBAR
Home » Berita » Kemarau Kobar Diprediksi hingga Akhir Oktober, DPRD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Kemarau Kobar Diprediksi hingga Akhir Oktober, DPRD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Ketua DPRD Kobar Mulyadin (kanan) dan Wabup Kobar Suyanto,/ FOTO: ist

KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diminta bersiap menghadapi dampak kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Berdasarkan pemaparan BMKG Pangkalan Bun, potensi hujan baru mulai muncul pada November mendatang.

Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ketersediaan air bersih perlu terus ditingkatkan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir ketika musim penghujan tiba.

Ketua DPRD Kobar Mulyadin mengatakan, kondisi cuaca yang belum menentu membutuhkan kesiapan dan kerja sama seluruh pihak. Penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Menurutnya, kejadian karhutla yang melanda Kobar selama musim kemarau harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pengalaman penanganan bencana tersebut perlu dijadikan dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan agar upaya pencegahan dan penanggulangan ke depan dapat berjalan lebih optimal.

Sri Lestari Apresiasi Perjuangan Satgas Karhutla Kobar, Hutan Tanjung Puting Jadi Perhatian Serius

“Semoga kita senantiasa kompak bersatu padu dalam menghadapi berbagai kejadian, baik itu musim kemarau maupun musim penghujan,” ungkap Mulyadin saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Darurat Karhutla di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Kamis (8/10).

Ia menegaskan, kewaspadaan tidak boleh mengendur ketika hujan mulai turun. Setelah menghadapi kemarau panjang, masyarakat dan pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan banjir yang dapat terjadi akibat meningkatnya curah hujan.

Karena itu, Mulyadin meminta kondisi drainase dan saluran air di berbagai wilayah Kobar mendapat perhatian sejak dini. Pembenahan perlu dilakukan agar aliran air tidak terhambat dan risiko genangan maupun banjir dapat diminimalkan saat musim penghujan tiba.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati Kotawaringin Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Instansi vertikal dan Masyarakat Peduli Api (MPA) turut dilibatkan dalam evaluasi penanganan karhutla yang hingga kini masih menjadi perhatian serius di daerah tersebut.

Dalam rapat itu, turut menjadi perhatian bahwa status tanggap darurat penanggulangan karhutla di Kobar telah empat kali diperpanjang. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kesiapan personel, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan upaya pencegahan selama ancaman kemarau masih berlangsung.

Evaluasi Pemprov Tak Banyak Ubah Anggaran, APBD Perubahan Kobar 2026 Masuk Tahap Registrasi

Di tengah kondisi langit Kobar yang masih diselimuti asap, Mulyadin juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan, menggunakan air secara bijak, serta ikut menjaga lingkungan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap saling mendukung dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Selain langkah penanganan di lapangan, masyarakat juga diajak berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dan kualitas udara di Kobar berangsur membaik.

“Semoga kesehatan masyarakat selalu terjaga dan kita berdoa agar hujan segera turun di Bumi Marunting Batu Aji,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement