DPRD KOBAR
Home » Berita » Asap Karhutla Ganggu Warga Kumai, DPRD Kobar Turun Bagikan Masker

Asap Karhutla Ganggu Warga Kumai, DPRD Kobar Turun Bagikan Masker

DPRD Kobar dari Fraksi NasDem, Muhammad Anuar bagikan masker di Kumai./FOTO: ist

KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terutama di wilayah Kecamatan Kumai. Selain membuat jarak pandang menurun, asap karhutla juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. 

Kondisi tersebut mendapat perhatian anggota DPRD Kobar dari Fraksi NasDem, Muhammad Anuar. Anuar turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada ketika melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap.

“Karhutla yang terjadi di wilayah Kotawaringin Barat sangat luar biasa. Hal ini akibat El Nino yang menyebabkan wilayah kita memasuki kemarau panjang. Kekeringan dan karhutla pun terjadi saat ini,” kata Muhammad Anuar, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, kabut asap tidak boleh dianggap sepele. Kualitas udara yang menurun akibat asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan dan kelompok rentan.

Sri Lestari Apresiasi Perjuangan Satgas Karhutla Kobar, Hutan Tanjung Puting Jadi Perhatian Serius

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah. Pengguna kendaraan pun harus berhati-hati saat kabut asap pekat karena jarak pandang menjadi terbatas,” ujarnya.

Anuar juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kobar bersama TNI, Polri, relawan dan berbagai unsur terkait dalam menangani karhutla yang masih terjadi.

Menurut dia, kecepatan respons menjadi salah satu hal penting dalam mencegah api meluas. Setiap laporan mengenai karhutla harus segera ditindaklanjuti, mengingat kondisi lahan yang kering membuat api mudah berkembang.

“Penanganan karhutla terbilang cepat. Di bawah komando Ibu Bupati Kobar selaku Komandan Satgas Karhutla, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti,” katanya.

Namun, penanganan di lapangan menurutnya harus dibarengi dengan pencegahan. Masyarakat diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.

Evaluasi Pemprov Tak Banyak Ubah Anggaran, APBD Perubahan Kobar 2026 Masuk Tahap Registrasi

“Masyarakat menjadi garda terdepan dalam memantau dan melaporkan kemunculan titik api atau asap sekecil apa pun. Segera laporkan,” tegasnya.

Anuar juga meminta masyarakat menghentikan praktik pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak berantai.

“Hal yang paling penting lagi, kami meminta kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan maupun perekonomian,” ujarnya.

Ia berharap sinergi pemerintah daerah, aparat, relawan dan masyarakat terus diperkuat selama musim kemarau. Upaya bersama dinilai menjadi kunci agar karhutla tidak semakin meluas dan kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas warga Kobar.

DPRD Kobar Ingatkan Perusahaan Waspada Karhutla, Lapangan Kerja Bisa Terdampak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement