DPRD KOBAR
Home » Berita » Bukan Sekadar Baris-Berbaris, SMAN 1 Pangkalan Bun Ukir Juara III Nasional di Jakarta

Bukan Sekadar Baris-Berbaris, SMAN 1 Pangkalan Bun Ukir Juara III Nasional di Jakarta

Pelajar SMAN 1 Pangkalan Bun yang sukses meraih juara III Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) MPR RI tingkat nasional 2026 di Jakarta./FOTO: ist

KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Nama Kotawaringin Barat (Kobar) kembali berkibar di panggung nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari para pelajar SMAN 1 Pangkalan Bun yang sukses meraih juara III Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) MPR RI tingkat nasional 2026 di Jakarta.

Prestasi itu menjadi catatan membanggakan bagi Kalimantan Tengah. Di tengah persaingan peserta dari berbagai provinsi, tim SMAN 1 Pangkalan Bun mampu menunjukkan ketangguhan, kekompakan, kedisiplinan, sekaligus kreativitas dalam menampilkan gerakan baris-berbaris dan pengibaran bendera.

Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Barat, H Rudi Imam Gunawan, turut memberikan apresiasi secara langsung saat menemui peserta SMAN 1 Pangkalan Bun di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Rudi, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kobar.

Kabut Asap Kobar Kian Pekat, DPRD Desak Semua Sekolah Hentikan Tatap Muka

“Ini luar biasa. Perwakilan Kalimantan Tengah dari SMAN 1 Pangkalan Bun berhasil membawa nama harum Kotawaringin Barat. Semuanya patut mendapat apresiasi, mulai dari murid-murid, guru, hingga para pembimbing,” kata Rudi.

Ia menilai kompetisi LKBB-PB memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar perebutan piala. Latihan dan perlombaan baris-berbaris, menurutnya, menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda.

Kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kekompakan hingga rasa cinta terhadap tanah air menjadi nilai yang tumbuh dari kegiatan tersebut.

Rudi juga berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman bertanding, tetapi turut menyerap nilai kebangsaan yang diperoleh selama berada di Jakarta.

“Harapan saya, perwakilan dari berbagai provinsi yang datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI,” ujarnya.

Pertalite Kobar Diduga “Bocor” ke Luar Daerah, DPRD Soroti Antrean Panjang dan Pengetap

Bagi Rudi, pertemuan pelajar dari berbagai daerah juga merupakan kesempatan berharga untuk mengenal keberagaman Indonesia. Dari ajang tersebut, para peserta dapat bertukar pengalaman, memahami perbedaan budaya dan karakter, sekaligus membangun persahabatan lintas daerah.

Jejaring pertemanan itu diyakini dapat menjadi modal penting bagi para pelajar ketika mereka memasuki dunia yang lebih luas di masa mendatang.

“Kedisiplinan dan perjumpaan dengan rekan-rekan dari berbagai provinsi lainnya ini bisa menjadi jejaring pertemanan yang berharga untuk masa depan para peserta,” tuturnya.

Selain kedisiplinan, kreativitas tim SMAN 1 Pangkalan Bun juga mendapat sorotan. Rudi menilai para pelajar mampu menyajikan formasi yang kompleks dan menarik, namun tetap memperhatikan aturan tata upacara yang berlaku.

“Kita melihat kreativitas yang luar biasa. Mereka mampu membuat formasi yang rumit dan menarik, tetapi tetap berada dalam koridor tata upacara yang baku,” katanya.

Puluhan Tahun Tak Tuntas, Klaim Lahan Raden Ira Bakti Kembali Dibuka di DPRD Kobar

Dalam klasemen akhir LKBB-PB MPR RI tingkat nasional 2026, SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat, keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sementara SMAN 1 Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mengamankan juara III.

Adapun juara harapan pertama diraih SMA Negeri 1 Gianyar, Bali. Juara harapan kedua ditempati SMA Negeri 99 Jakarta, DKI Jakarta, sedangkan juara harapan ketiga diraih SMA Negeri 3 Langsa, Aceh.

Rudi berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada capaian tahun ini. Juara III nasional diharapkan menjadi pijakan bagi SMAN 1 Pangkalan Bun untuk kembali berlatih dan membidik prestasi yang lebih tinggi.

“Tahun ini memang sudah maksimal. Ke depan tentu kita berharap bisa lebih baik lagi, bahkan kalau memungkinkan menjadi juara satu,” ucapnya.

Lebih dari sekadar sebuah piala, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah dari berbagai penjuru Indonesia.

Dari Pangkalan Bun, mereka membawa satu pesan sederhana: keterbatasan jarak dari pusat kompetisi bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement