Gubernur Kalteng Agustiar Sabran./FOTO: ist
PALANGKA RAYA, SNews – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah tegas dalam mengatasi dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Gubernur Agustiar Sabran memastikan keamanan dan kerahasiaan identitas masyarakat yang berani melaporkan praktik penimbunan BBM oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Jangan takut, kami lindungi identitasnya. Kalau ada, silakan laporkan, tapi harus bisa dibuktikan,” tegasnya saat berada di Palangka Raya.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi antrean panjang pengisian BBM yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU, termasuk di ibu kota provinsi.
Padahal, berdasarkan data dari Pertamina, kuota BBM untuk Kalimantan Tengah tergolong mencukupi, bahkan telah meningkat dari 180 ribu kiloliter menjadi 200 ribu kiloliter.
“Kita perlu pertanyakan, kenapa masih kurang. Ini yang sedang kami evaluasi di lapangan,” ujar gubernur.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah telah membentuk tim khusus untuk memperketat pengawasan distribusi BBM. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan aparat penegak hukum guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Tak hanya menjamin perlindungan, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi masyarakat yang mampu mengungkap praktik penimbunan. “Kalau terbukti, akan kami beri reward,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus menekan potensi penyimpangan yang merugikan publik.


Comment