Tampak Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana saat kegiatan di lapangan, beberapa waktu lalu./FOTO: ist
PALANGKA RAYA, SNews – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggenjot transformasi digital sebagai langkah nyata mempercepat kemajuan daerah. Berbagai program berbasis teknologi diluncurkan untuk meningkatkan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, hingga kualitas pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, menyebut digitalisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan yang merata hingga wilayah terpencil. Program digitalisasi ini merupakan ide utama dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
“Salah satu program unggulan yang baru diluncurkan pada Februari 2026 adalah Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Program bantuan sosial terintegrasi ini sepenuhnya menggunakan sistem digital untuk memastikan penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran,” ujar Rangga Lesmana, Kamis 12 Maret 2026.
Ia melanjutkan, melalui KHBS, warga prasejahtera menerima bantuan tunai sebesar Rp250 ribu per penerima yang disalurkan melalui Bank Kalteng. Selain bantuan tunai, program ini juga mencakup dukungan di bidang pangan, pendidikan, dan kesehatan.
“Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bantuan secara online melalui laman resmi program atau melalui kantor kelurahan setempat.”
Ia menjelaskan, di sektor infrastruktur digital, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan pemasangan internet satelit Starlink untuk mengatasi 378 titik blankspot di desa-desa dan sekolah.
“Program yang berlangsung pada 2025 hingga 2026 ini bertujuan mempercepat pemerataan akses informasi.”
Berdasarkan data yang dihimpin, pada awal 2026, pemasangan internet di kantor desa telah mencapai 100 persen, sehingga layanan administrasi dan komunikasi pemerintah dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah terpencil.
Transformasi digital juga menyasar sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mencapai target 100 persen penggunaan papan tulis interaktif digital di sekolah-sekolah.
Program yang turut didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia ini menandai peralihan penuh dari papan tulis kapur konvensional menuju sistem pembelajaran modern berbasis teknologi.
Sementara itu, untuk memudahkan layanan perpajakan daerah, Pemprov Kalteng juga meluncurkan aplikasi E-Pahari, sebuah layanan Samsat digital mandiri. Melalui aplikasi ini masyarakat dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) secara online tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Layanan digital ini diharapkan dapat mempercepat transaksi pemerintah daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mengurangi antrean di kantor Samsat.
“Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya menjadikan digitalisasi sebagai fondasi penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah provinsi,” pungkasnya.


Comment