Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung ke lokasi untuk memimpin upaya pemadaman, Sabtu (17/10/2026)./FOTO: ist
KAPUAS, SNews – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar dua hektare di Desa Pangkalan Rekan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nyaris merembet ke rumah warga. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung ke lokasi untuk memimpin upaya pemadaman, Sabtu (17/10/2026).
Kebakaran terjadi di kawasan Ray 14 RT 7. Petugas gabungan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 09.00 WIB dengan fokus memadamkan kobaran api sekaligus melindungi permukiman yang berada di dekat area terbakar.
Kapolres bersama personel Polsek Basarang, Koramil Basarang, Pos Lapangan Terpadu Kecamatan Basarang, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pangkalan Rekan berjibaku mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

“Pagi ini kita melakukan lembasahan supaya api tidak kembali menyala. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami berupaya maksimal memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman warga. Penanganan dilakukan bersama seluruh unsur terkait untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah munculnya kembali titik api,” ujar Rina saat dikonfirmasi detikKalimantan, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Api bahkan dilaporkan sudah mendekati rumah warga sehingga petugas memprioritaskan penanganan di area yang berbatasan dengan permukiman.
“Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare dan sudah mau merembet ke rumah warga. Oleh karena itu kita basahi dulu wilayah yang dekat dengan pemukiman,” katanya.
Selain memadamkan kobaran api, petugas melakukan pembasahan lahan untuk mencegah bara api kembali menyala dan memicu kebakaran susulan. Langkah ini penting, terutama di area yang berpotensi menjadi jalur penjalaran api menuju rumah warga.
Pemantauan di wilayah tersebut juga mencatat dua titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Temuan ini menjadi perhatian dalam upaya pengendalian dan pencegahan karhutla di Kecamatan Basarang.
“Penanganan kebakaran melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, petugas lapangan, serta masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan permukiman,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, hingga 17 Oktober 2026 tercatat sebanyak 469 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 4.242,06 hektare.
Selain itu, pemantauan mencatat 42.497 titik panas atau hotspot. Upaya penanganan melalui jalur darat juga telah dilakukan sebanyak 509 kali.
Data tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Kapuas. Penanganan di Pangkalan Rekan menjadi salah satu upaya untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan permukiman yang berisiko terdampak kebakaran.
Foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman karhutla di Desa Pangkalan Rekan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas (dok. istimewa).


Comment