KALTENG
Home » Berita » Karhutla Kepung Kapuas, 10 Hektare Lahan Terbakar Tim Gabungan Bergerak Cepat

Karhutla Kepung Kapuas, 10 Hektare Lahan Terbakar Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari ikut memadamkan api bersama anggota di lokasi karhutla./FOTO: ist

KAPUAS, SNews – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan tim gabungan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dua lokasi berbeda dilanda kebakaran dengan total lahan yang terbakar mencapai sekitar 10,7 hektare.

Kobaran api salah satunya muncul di kawasan Jalan Pemuda, belakang Citi Mall, belakang Kantor Depnakersos hingga sekitar Perumahan Saka Purun RT 010, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Jumat (11/9/2026).

Lokasi kebakaran yang berada tak jauh dari permukiman membuat penanganan dilakukan secara cepat. Personel Polsek Selat bersama Polres Kapuas, TNI, BPBD, Damkar dan relawan langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

Sebanyak 75 personel gabungan dikerahkan untuk menjinakkan api yang diperkirakan membakar lahan sekitar 6,7 hektare. Petugas menghadapi medan berupa semak belukar dan lahan gambut, ditambah minimnya sumber air serta tiupan angin yang cukup kencang.

Cegah Narkoba hingga Judi Online, Kapolres Kapuas Bekali Pelajar SMAN 1 Kuala Kapuas

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari melalui Kapolsek Selat AKP Tadik mengatakan, keselamatan warga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mempercepat proses pemadaman.

“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan para relawan untuk bersama-sama menuju lokasi. Kami berupaya agar api tidak meluas dan mendekati permukiman warga,” ujar Tadik.

Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.15 WIB. Namun petugas tidak langsung meninggalkan lokasi karena sebagian area merupakan lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara.

Petugas kemudian melakukan pendinginan sekaligus pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Sejumlah unit pemadam juga disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi.

Di lokasi lain, perjuangan serupa dilakukan tim gabungan bersama warga di kawasan Handil Amit, Desa Anjir Serapat Barat, Kecamatan Kapuas Timur. Kebakaran di lahan sekitar 4 hektare tersebut bahkan membuat petugas berjibaku selama lebih dari empat jam.

Minggu Kasih di Kapuas, Kapolres Ajak Tokoh Kaharingan Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

Pemadaman berlangsung mulai pukul 13.10 WIB hingga 17.30 WIB dengan melibatkan 20 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar Mandiri dan masyarakat.

Medan menuju lokasi juga menjadi tantangan tersendiri. Tim harus menempuh perjalanan sekitar 24 kilometer dari Posko BPBD dengan waktu tempuh kurang lebih 37 menit sebelum akhirnya tiba di titik kebakaran.

Dua kendaraan, yakni Mobil Triton Damkar dan Hilux BPBD, dikerahkan bersama dua pompa air BPBD dan satu pompa milik Damkar. Setelah kobaran berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dan masyarakat dalam penanganan dua kejadian tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi seluruh personel dan masyarakat yang bersama-sama bergerak melakukan pemadaman. Kecepatan dalam merespons kebakaran sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Rina.

Subuh Keliling di Kapuas, Kapolres Rina Perwitasari Ajak Tokoh Agama Jaga Kamtibmas

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi yang rawan terjadi karhutla. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan akan selalu lebih baik daripada membiarkan api membesar,” pesannya.

Selain penindakan saat kebakaran terjadi, jajaran Polsek Selat juga terus melakukan pencegahan melalui sosialisasi, pemasangan spanduk, penyebaran Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah serta imbauan melalui media sosial.

Sinergi aparat, pemerintah daerah, petugas pemadam, relawan dan masyarakat menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman karhutla di Kapuas. Gotong royong dan respons cepat di lapangan diharapkan mampu mencegah api menjalar lebih luas serta melindungi permukiman dan lingkungan warga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement