Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari bahkan turun langsung memimpin proses pemadaman dan pembasahan di wilayah RT 05, Kamis (24/9/2026) siang./FOTO: ist
KAPUAS, SNews – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, berlangsung di tengah medan yang cukup sulit. Petugas harus menembus area semak belukar dengan kondisi tanah gambut yang kering untuk menjangkau titik api.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari bahkan turun langsung memimpin proses pemadaman dan pembasahan di wilayah RT 05, Kamis (24/9/2026) siang. Titik api ditemukan membakar lahan sekitar 10 hektare.
“Kondisi gambut yang kering membuat penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga membutuhkan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya api kembali,” ujar kapolres.
Dalam penanganan tersebut, personel menggunakan cairan X-Fire untuk membantu mempercepat proses pemadaman. Penggunaan X-Fire dilakukan bersamaan dengan pembasahan lahan agar titik api dapat dikendalikan dan potensi api kembali menyala bisa ditekan.
Sebanyak 34 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari 5 personel TNI, 5 personel Polsek Kapuas Hilir, 4 personel MPA Kecamatan Kapuas Hilir, 4 personel MPA Sei Asam, 6 personel MPA Sei Pasah, serta 10 personel Posko Karhutla Polres Kapuas.

“Medan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Tidak adanya sumber air di sekitar titik api serta keterbatasan peralatan dan personel membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan cara yang menyesuaikan kondisi lapangan,” ujarnya.
Petugas bahkan menggunakan kendaraan roda dua untuk mencapai lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat. Setibanya di lokasi, tim bersama-sama melakukan pemadaman sekaligus pembasahan pada area yang telah terbakar.
“Kami turun langsung untuk memastikan titik api dapat segera ditangani. Kondisi lahan gambut yang kering harus menjadi perhatian karena api berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pembasahan secara maksimal,” kata Rina.
Menurutnya, penggunaan X-Fire menjadi salah satu upaya untuk membantu pengendalian api di tengah kondisi lahan yang cukup sulit. Namun, penanganan karhutla tetap membutuhkan kerja sama seluruh unsur di lapangan.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama agar api tidak meluas dan masyarakat maupun lingkungan sekitar tetap aman,” ujarnya.
Berkat respons cepat dan sinergi personel gabungan, pemadaman dan pembasahan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.35 WIB. Tim kemudian memastikan area yang terbakar telah mendapatkan pembasahan untuk mengurangi risiko munculnya kembali titik api.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan keberadaan asap atau titik api agar dapat ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.


Comment