DPRD KOBAR
Home » Berita » DPRD Kobar: Jangan Kucilkan ODHIV, Perkuat Pendampingan agar Penularan HIV Bisa Ditekan

DPRD Kobar: Jangan Kucilkan ODHIV, Perkuat Pendampingan agar Penularan HIV Bisa Ditekan

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari./FOTO: ist

KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari, mengajak masyarakat menghentikan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Ia menegaskan, dukungan dan pendampingan jauh lebih penting agar penderita bersedia menjalani pengobatan secara rutin sehingga penyebaran HIV dapat dikendalikan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul data Dinas Kesehatan yang mencatat 676 kasus HIV di Kabupaten Kobar. Menurut Sri Lestari, jumlah tersebut berpotensi lebih besar karena masih ada penderita yang belum teridentifikasi.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan peran relawan penjangkau yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus, memberikan edukasi, serta mendampingi ODHIV memperoleh layanan kesehatan.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan peran relawan penjangkau yang nantinya mampu mengadvokasi saudara-saudara kita penyandang HIV/AIDS, sehingga mereka mendapatkan pendampingan dan akses layanan kesehatan yang lebih baik,” katanya.

Ketua DPRD Kobar Minta Warga Stop Bakar Lahan, Karhutla Mengintai di Musim Kemarau

Sri Lestari juga meminta agar kemampuan relawan terus ditingkatkan melalui pelatihan dan dukungan anggaran sehingga kegiatan sosialisasi, pencegahan, hingga pendampingan pengobatan dapat berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, ia mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, termasuk HIV. Menurutnya, regulasi tersebut diperlukan untuk memperkuat sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan penyebaran HIV di Kobar.

Ia menegaskan, ODHIV yang menjalani terapi ARV secara teratur dapat menekan virus hingga tidak terdeteksi sehingga peluang penularan menjadi sangat rendah. Oleh sebab itu, masyarakat diminta memberikan dukungan, bukan mengucilkan, agar penderita tetap konsisten menjalani pengobatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement