Wakil Ketua I DPRD Kobar, H Rudi Imam Gunawan./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Nama Kalimantan Tengah kembali berkibar di panggung nasional. Tim SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara III Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat nasional 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah tim SMAN 1 Pangkalan Bun bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Penampilan yang mengandalkan kekompakan, kedisiplinan, ketepatan gerakan dan kreativitas berhasil mengantarkan mereka masuk tiga besar nasional.
Tak sekadar menampilkan gerakan baris-berbaris, para pelajar Kobar juga menyuguhkan formasi yang kreatif dan kompleks. Namun, kreativitas tersebut tetap dipadukan dengan ketentuan tata upacara pengibaran bendera.
Capaian itu mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I DPRD Kobar, H Rudi Imam Gunawan. Ia mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan karena para pelajar tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga Kobar dan Kalimantan Tengah.

“Ini luar biasa. Perwakilan Kalimantan Tengah dari SMAN 1 Pangkalan Bun semuanya mendapat apresiasi dari DPRD, mulai dari murid-murid yang membawa nama harum Kobar, guru, dan pembimbingnya,” kata Rudi, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lahir secara instan. Proses latihan yang membutuhkan disiplin, ketekunan dan kekompakan menjadi bagian penting hingga akhirnya tim mampu berdiri di podium nasional.
Rudi juga menilai LKBB-PB memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Di balik gerakan yang seragam dan formasi yang terukur, terdapat proses pembentukan karakter, terutama kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat kebangsaan.
“Harapan saya, perwakilan dari berbagai provinsi datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan tim SMAN 1 Pangkalan Bun. Menurut Rudi, peserta mampu mengembangkan formasi yang rumit dan menarik tanpa mengabaikan aturan tata upacara yang berlaku.
“Kita melihat kreativitas yang luar biasa. Mereka mampu membuat formasi yang rumit dan menarik, tetapi tetap berada dalam koridor tata upacara yang baku,” tuturnya.
Bagi Rudi, pengalaman tampil di tingkat nasional juga menjadi bekal penting bagi para pelajar. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga berkesempatan bertemu dan membangun relasi dengan pelajar dari berbagai daerah.
“Kedisiplinan dan perjumpaan dengan rekan-rekan dari seluruh provinsi lainnya ini bisa menjadi jejaring pertemanan yang berharga untuk masa depan para peserta,” katanya.
Ia berharap keberhasilan tahun ini tidak menjadi akhir perjalanan. Juara III diharapkan justru menjadi pemacu bagi SMAN 1 Pangkalan Bun untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
“Tahun ini memang sudah maksimal, tapi ke depan mungkin bisa juara satu,” ucapnya.
Dalam LKBB-PB MPR RI tingkat nasional 2026, posisi juara pertama diraih SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat. Juara kedua ditempati SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, sedangkan SMAN 1 Pangkalan Bun dari Kalimantan Tengah berhasil mengamankan juara III.
Adapun juara harapan pertama diraih SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, disusul SMA Negeri 99 Jakarta sebagai juara harapan kedua dan SMA Negeri 3 Langsa, Aceh, sebagai juara harapan ketiga.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di level nasional sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah semakin dikenal melalui prestasi dan kreativitas generasi mudanya.


Comment