Persoalan tersebut dibahas dalam rapat kerja Komisi C DPRD Kobar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar di Ruang Rapat DPRD Kobar, baru-baru ini./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih menghadapi sejumlah persoalan. Dari total 3.330 unit PJU yang tersebar di wilayah Kobar, baru sekitar 1.720 unit yang dilaporkan dalam kondisi menyala.
Artinya, masih terdapat sekitar 1.610 unit PJU yang belum menyala. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi C DPRD Kobar karena penerangan jalan berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas pada malam hari.
Persoalan tersebut dibahas dalam rapat kerja Komisi C DPRD Kobar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar di Ruang Rapat DPRD Kobar, baru-baru ini.
Ketua Komisi C DPRD Kobar, Arief Asyrofi, meminta Dishub menjelaskan kondisi terkini PJU sekaligus langkah penanganan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, data dan kondisi faktual PJU diperlukan untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus menentukan kebutuhan pelayanan ke depan.
Kepala Dishub Kobar Rawandi mengakui pelayanan PJU selama ini sudah berjalan, namun belum dapat dilakukan secara optimal. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan peralatan dan perlengkapan, ditambah jumlah teknisi yang masih terbatas.
“Jumlah PJU di wilayah Kobar tercatat sebanyak 3.330 unit dan sekitar 1.720 unit dalam kondisi menyala,” kata Rawandi.
Persoalan semakin kompleks karena pada Tahun Anggaran 2026 tidak tersedia anggaran khusus untuk pemeliharaan PJU. Di sisi lain, perbaikan lampu membutuhkan dukungan sarana yang memadai, terutama kendaraan Skylift untuk menjangkau lampu yang berada di ketinggian.
“Layanan perbaikan masih belum optimal karena terkendala keterbatasan sarana, khususnya kendaraan Skylift dan SDM teknisi PJU,” ujarnya.
Keterbatasan tersebut membuat penanganan terhadap PJU yang mengalami kerusakan tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat. Padahal, keberadaan lampu penerangan sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga sekaligus menciptakan rasa aman di jalan pada malam hari.
Komisi C DPRD Kobar pun menyatakan siap mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Kebutuhan kendaraan, peralatan, perlengkapan hingga tambahan SDM teknisi akan dibawa dalam pembahasan bersama unsur pimpinan DPRD.
“Terkait kendala, baik itu peralatan, perlengkapan, maupun SDM, akan kami sampaikan dalam rapat gabungan anggota dengan unsur pimpinan DPRD,” ujar Arief.
DPRD berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan langkah konkret agar pelayanan PJU di Kobar tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.
Dengan jumlah PJU yang belum menyala masih mencapai ribuan unit, pembenahan sistem pemeliharaan dan dukungan sarana menjadi pekerjaan penting agar ruas-ruas jalan di Kobar tidak kembali gelap ketika masyarakat beraktivitas pada malam hari.


Comment