Ketua DPRD Kobar, Mulyadin./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, SNews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menegaskan pentingnya langkah serius dalam menangani persoalan stunting di wilayah tersebut.
Ketua DPRD Kobar, Mulyadin, menyampaikan bahwa upaya penanganan stunting harus menjadi prioritas agar angka kasusnya dapat terus ditekan dari waktu ke waktu.
Menurutnya, penurunan angka stunting akan berdampak besar terhadap terciptanya generasi muda yang sehat dan berkualitas. Hal ini dinilai penting sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan daerah yang lebih baik di masa depan.
Ia juga menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan memiliki keterkaitan erat, sehingga keduanya perlu mendapatkan perhatian dan alokasi yang seimbang dalam perencanaan pembangunan.
Selain isu stunting, DPRD Kobar juga menyoroti tantangan lain yang tidak kalah penting, yakni pengentasan kemiskinan.
Pemerintah Kabupaten Kobar disebut berkomitmen menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 4 persen, bahkan mendekati 3 persen dalam jangka panjang. Untuk target tahunan, DPRD mendorong capaian yang lebih optimistis, yakni sekitar 3,38 persen.
Isu pengurangan kemiskinan ini turut menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027.
Dalam forum tersebut, Mulyadin mengingatkan agar usulan program tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur.
Ia menekankan pentingnya program nonfisik yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti bantuan dan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai program pengentasan kemiskinan lainnya.
Menurutnya, program-program tersebut harus menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kobar.


Comment