Tradisi Menyandau yang telah diwariskan turun-temurun di Kecamatan Arut Utara./FOTO: IST
KOTAWARINGIN BARAT, SNews -Tradisi Menyandau yang telah diwariskan turun-temurun di Kecamatan Arut Utara dinilai tidak sekadar menjadi cara masyarakat menikmati musim durian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi yang besar.
Karena itu, Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Nina Erpida, mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Menurut Nina, di tengah pesatnya modernisasi, masyarakat Arut Utara patut diapresiasi karena masih konsisten mempertahankan tradisi Menyandau sebagai bagian dari identitas daerah. Ia menegaskan, warisan budaya seperti ini harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda.
”Meski saat ini telah memasuki era modern, masyarakat Arut Utara tetap mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini jangan sampai punah ditelan zaman,” ujarnya.
Nina menjelaskan, Menyandau merupakan tradisi masyarakat yang dilakukan dengan bermalam di hutan atau kebun durian untuk menunggu buah jatuh secara alami. Selama berlangsungnya tradisi tersebut, warga mendirikan pondok sederhana sebagai tempat beristirahat sekaligus berkumpul bersama keluarga maupun kerabat sambil menikmati hasil panen durian.
Lebih dari sekadar aktivitas musiman, Menyandau dinilai menyimpan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat pedalaman. Nilai-nilai itulah yang menurutnya perlu terus dijaga agar tidak luntur.
Di sisi lain, Nina melihat tradisi Menyandau memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam. Dengan kemasan yang tepat, tradisi khas Arut Utara itu diyakini mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan sektor wisata harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan penghubung antardesa. Menurutnya, konektivitas yang baik akan mempermudah wisatawan menjangkau lokasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Nina juga memberikan apresiasi kepada Bupati Kotawaringin Barat beserta jajaran pemerintah daerah yang telah menjadikan Menyandau sebagai agenda tahunan. Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
Ia berharap, keterlibatan pemerintah dalam tradisi Menyandau tidak hanya menjaga eksistensi budaya, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, tradisi yang telah mengakar sejak lama itu dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Arut Utara.


Comment