BPJS KETENAGAKERJAAN
Home » Berita » Santunan Tak Sekadar Diterima, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Keluarga Pekerja Bangkit Lewat Program PEKA

Santunan Tak Sekadar Diterima, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Keluarga Pekerja Bangkit Lewat Program PEKA

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang memperluas perlindungan hingga aspek pemberdayaan ekonomi/FOTO: ist

SAMARINDA, SNews – Kehilangan tulang punggung keluarga akibat kecelakaan kerja maupun penyakit tentu meninggalkan duka mendalam. Namun, persoalan tidak berhenti setelah santunan diterima. Keluarga pekerja juga harus memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan ekonomi ke depan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).

Program ini dirancang agar manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan yang diterima pekerja maupun ahli waris tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi dapat menjadi pijakan untuk membangun sumber penghasilan baru.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Soft Launching Nasional PEKA yang dipusatkan di Bandung pada Selasa (18/8). Kegiatan tersebut diresmikan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain yang mewakili Wali Kota Bandung.

Dua Korban Kecelakaan KM Virgo Dapat Santunan Rp140 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Tekankan Pentingnya Perlindungan Sejak Dini

Peluncuran PEKA juga dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dengan melibatkan penerima manfaat.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang memperluas perlindungan hingga aspek pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya, perlindungan pekerja tidak semestinya berhenti pada pemberian santunan. Penerima manfaat perlu mendapatkan pendampingan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Ia berharap PEKA dapat mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru yang nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja, Hunian Layak hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Jadi Fokus

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA lahir dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris.

BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, ingin mendorong perubahan dari pola konsumtif menjadi produktif, sehingga penerima manfaat memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan secara mandiri.

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif,” kata Saiful.

Dalam peluncuran nasional tersebut, sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan PEKA yang digelar serentak di 45 titik di Indonesia.

Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi di masing-masing daerah. Materinya antara lain kewirausahaan, digital marketing, content creator, kuliner, kerajinan, florist, barista, laundry, make up, menjahit hingga reseller.

Sembilan Sapi Hibah Masuk Desa Sagu Sukamulya, Jadi Modal Penggerak Ekonomi Warga

Program tersebut juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dunia usaha, komunitas dan berbagai mitra strategis lainnya.

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan perlindungan sosial yang diberikan tidak berhenti pada saat manfaat diterima. Lebih jauh, program ini diarahkan agar pekerja dan keluarga penerima manfaat memiliki keterampilan, penghasilan serta kemampuan untuk kembali berdiri secara mandiri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Murniati, mengatakan pemberdayaan penerima manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pendampingan  dan peningkatan keterampilan diharapkan dapat membuka peluang baru bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha maupun sumber penghasilan sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement